Semua perasaan condong kepadanya, perbuatan haram pun terjadi karenanya. Mengundang terjadinya pembunuhan permusuhan disebabkan karenanya. Sekurang-kurangnya ia sebagai insan yang disukai di dunia. Kerusakan mana yang lebih besar daripada ini? (Al Imam Al Mubarakfuri rahimahullah fi At Tuhfah Al Ahwadzi 8/53)
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan bahwa fitnah (baca ujian) yang paling besar khususnya bagi kaum laki-laki adalah wanita, bahkan wanita merupakan salah satu sumber syahwat sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita … .” (QS. Ali Imran : 14).
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam juga memberikan peringatan akan bahaya fitnah wanita, diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari shahabat Abu Said Al Khudri radliyallahu 'anhu, beliau bersabda : “Hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah wanita.”
Keterangan ayat dan hadits diatas telah memberikan gambaran akan besarnya ujian yang dihadapi bagi kaum adam kepada persoalan wanita, kalau dilihat secara historis dua keterangan diatas ditujukan khusus kepada para sahabat yang juga tentunya merupakan peringatan bagi mereka akan fitnah ini, padahal mereka adalah manusia-manusia pilihan dan orang yang paling bersih hatinya diantara ummat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Dengan demikian kita dengan kadar keimanan yang jauh berbeda dengan para sahabat dan terlebih lagi diperhadapkan dengan zaman yang begitu banyak ujian termasuk fitnah wanita, tentu lebih perlu mawas diri, sebab sangat jarang yang bisa selamat dari fitnah ini kecuali orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Kebenaran akan wahyu ilahi itu telah diperlihatkan kepada kita semua akan bahaya fitnah wanita yaitu kasus yang menimpa ketua KPK Antasari Azhar dengan Nasruddin direktur Rajawali Banjaran yang menimbulkan dampak yang besar, nyawa yang melayang, karir yang hancur, nama baik yang menjadi luntur dan kepercayaan pun hilang.
Wanita dimata syariat memliki kedudukan yang sama dengan pria dan inilah bentuk keadilan syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala:
1.
Persamaan dalam hal penciptaan dengan laki-laki. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Rum : 21)
2.
Persamaan dalam mendapatkan pahala atas amal shalih. Allah berfirman : “Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman) : “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki maupun perempuan (karena) sebagian kamu adalah turunan sebagian yang lain … .” (QS. Ali Imran : 195). Allah juga berfirman : “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik … .” (QS. An Nahl : 97)
3.
Hak untuk mendapatkan perlakuan dan pergaulan yang baik. Allah Subhanahu wa Ta'alaApabila kamu mentalak istri-istrimu lalu mereka mendekati akhir iddahnya maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf pula. Janganlah kamu merujuki mereka untuk memberi kemudlaratan karena dengan demikian kamu menganiaya mereka … .” (QS. Al Baqarah : 231). Allah Subhanahu wa Ta'ala … dan bergaullah dengan mereka secara patut … .” (QS. An Nisa’ : 19).
berfirman : “ juga berfirman : “
Sungguh pada setiap diri wanita berpotensi menimbulkan fitnah, Perlu ditegaskan bahawa fitnah wanita tidak mesti datang dari arah wanita itu saja, godaan nafsu lah yang mendorong bagi seorang laki-laki untuk mendekati wanita dan melakukan maksiat. Oleh karena itu, wanita bukanlah musuh yang perlu dijauhi, akan tetapi seorang laki-laki dan seorang wanita wajib bagi masing-masing untuk membentengi diri agar tidak terjatuh dalam kemaksiatan dengan jalan menjaga ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang dimaksud dengan taqwa disini adalah menjalankan semua perintah Allah yang sifatnya wajib dan menjauhi sekuat kemampuan kita terhadap semua yang diharamkanNya, dengan menjaga kataatan kepada Allah akan memberikan pengaruh yang kuat pada keimanan dan orang yang memiliki keimanan yang kuat, pasti tidak akan melakukan perbuatan yang tercela. Beberapa hal yang telah diajarkan oleh syariat yang mulia ini agar kita terselamatkan dari fitnah ini yaitu:
1.
Adanya kewajiban bagi laki laki dan wanita untuk menahan pandangan mereka sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya” (QS 24:31) dan “Katakanlah kepada para wanita beriman agar mereka menjaga pandangannya” (QS 24:32). Diantara penyebab utama fitnah itu adalah mata sehinggah Allah menyuruh kita untuk tidak melihat kecuali hal-hal yang memang dibolehkan oleh Syariat.
2.
Adanya larangan untuk berdua-duaan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Tidak boleh seorang laki-laki berkhalwat (menyendiri/berduaan) dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya.” (HR. Muttafaq ‘alaihi dari shahabat Ibnu Abbas Radliyallahu 'anhuma) dalam riwayat lain Nabi bersabda : " Tidak halal laki-laki dan wanita berdua-duan karena pihak ketiganya adalah syaitan.” Perbuatan zina tidaklah dimulai kecuali berdua-duan antara laki-laki dan wanita, dan tidak terjadi perzinahan kecuali ditempat yang sunyi lagi tertutup dari pandangan manusia.
3.
Allah menetapkan beberapa syariat yang dikhususkan bagi wanita sebagai bentuk kemuliaan terhadapnya, yang mana ketika syariat itu dilanggar maka ialah yang merupakan penyebab munculnya fitnah bagi laki-laki diantaranya:
*
Syariat melarang mereka bertabaruj, yaitu berhias di hadapan selain mahramnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “ … dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu … .” (QS. Al Ahzab : 33)
*
Mereka dilarang berbicara dengan suara yang mendayu-dayu yang dapat mengundang fitnah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “ … maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab : 32)
*
Mereka dilarang keluar rumah dengan memakai wangi-wangian. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian kemudian lewat di suatu kaum supaya mereka mendapatkan bau harumnya maka ia telah berzina.” (HR. Ahmad dari shahabat Abu Musa Al Asy’ari radliyallahu 'anhu)
*
Syariat memerintahkan wanita untuk tinggal lebih banyak di rumahnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian … .” (QS. Al Ahzab : 33).
Sama sekali ini tidak berarti dzolim terhadap wanita, atau penjara, ataupun mengurangi kebebasannya. Allah lebih mengetahui kemaslahatan hamba-Nya. Sesungguhnya dengan tinggalnya para wanita di rumah-rumahnya maka ia dapat mengurusi urusan rumahnya, menunaikan hak-hak suaminya, mendidik anaknya, dan memperbanyak melakukan hal-hal baik lainnya, dan hukum asal keluar rumah bagi wanita adalah perkara yang dibolehkan bagi syariat kecuali jika didalamnya ada maksiat.
Allah telah menentukan bahwa ada perkara tertentu yang menarik perhatian di antara lelaki dan wanita. Dan untuk itu, Allah juga yang mengatur bentuk hubungan yang perlu dilakukan, agar di antara mereka tidak timbul perkara-perkara yang tidak diingini. Walaupun demikian, ramai juga manusia yang melanggar batasan tersebut sehingga mereka tertunduk malu kerana keterlanjuran yang mereka lakukan. Lelaki yang tidak mampu mengawal dirinya daripada daya tarik yang ada pada wanita, pasti mudah untuk melakukan perkara-perkara yang menjadi larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, akhirnya kita berdoa : “Wahai, Rabbku! Walaupun dosaku sangat besar, namun aku yakin bahwa ampunan-Mu lebih besar lagi, engkaulah yang menggenggam hati maka tetapkanlah hati ini diatas agamamu dan ketaatan kepadamu sucikanlah jiwa kami dari penguruh-penguruh akan keburukan fitnah wanita serta berikanlah kekuatan dan keistiqomahan dalam menjaga dan melaksana semua aturanmu." Wallahu waliyuttaufiq
Minggu, 10 Oktober 2010
Sabtu, 09 Oktober 2010
JILBABKU MAHKOTAKU

Catatan Aidah Mujahidah (0)Catatan Tentang Aidah Mujahidah (0)Telusuri Catatan
Bilamana engkau telah mengetahui rukun Iman dan Islam yang wajib engkau imani dan amalkan dalam keseharianmu. Tapi, apakah juga engkau tahu bahwa Allah telah mensyariatkan (mewajibkan) kepada makhluknya yang cantik ,indah dan lembut sepertimu sebuah syarit khusus yang tiada lain adalah perhiasan mulia, penghormatan sekaligus penjagaan bagimu..?
Yah…"BERJILBAB".
Apakah engkau masih menyangkal seraya berujar : "Jilbab itu kan hanya budaya dan adat wanita Arab..?". Tidak Saudariku! Ketahuilah, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sebelum diutus Allah, saat itu penduduk Makkah dalam kejahiliyaan nan primitive nyata. Perempuan-perempuannya tak lagi berharga, mereka bertawaf (mengelilingi) berhala-berhala Ka'bah sambil bernyanyi, menari (afwan) tanpa busana, tak sedikit pula Syair-syair Jahiliyyah –ghazlul fahisy- penuh penggambaran tubuh wanita sampai lekuk-lekuknya. Tidakkah ini diantara bukti yang berbicara bahwa para wanita jahiliyah tidak mengenal kamus jilbab kecuali setelah datangnya Islam?
Saudariku Muslimah
JILBAB itu adalah pakaian langit, ia pakaian yang diturunkan melalui wahyu dari langit untuk disematkan oleh makhluk-Nya yang cantik rupawan sepertimu di muka bumi. Makhluk yang bernama Wanita Muslimah. Adakah pakaian lebih mulia dari Jilbab saudariku..? Ironis dan menggelikan bila masi terdapat wanita yang menukar busananya dengan dengan alasan trend dan gaul, memilih baju si Agnes dan Britney Spears yang kafir dan tidak sopan, ketimbang busananya Khadijah dan Aisyah wanita Syurga.
Saudariku Muslimah
Dimana akan engkau parkir hatimu tatkala berpapasan dengan firman Allah ta'ala : "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin : "hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Saudariku Muslimah
Tidakkah engkau baca firman-Nya dalam al-Qur'an : "Katakanlah kepada wanita beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya dan hedaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. (QS. An-Nur :31).
Saudariku Muslimah
Aku tak akan mengancammu untuk membuatmu takut, tapi ancaman ini serius dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam: Dua golongan dari ahli neraka yang belum perna aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok (dalam jalannya), mengajarkan wanita berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk syurga". (HR. Muslim)
Saudariku Muslimah
Engkau yang masih menjaga kesucian dirimu dan senantiasa memegang teguh sifat malu, jadilah seperti wanita-wanita Anshar ketika turun perintah berjilbab mereka langsung menggunting kain gorden jendela mereka untuk segera dijadikan jilbab, subahanallah!
Para wanita Sahabiyat Nabi tatkala bersyahadat masuk Islam mereka langsung mengganti busana mereka dengan busana muslimah. Dan tatkala ada yang mau keluar rumah namun tidak mempunyai Jilbab, maka dipinjamkan bagi mereka jilbab… mereka lakukan semua itu ukhty, bukan sekedar menutup aurat saja, tetapi sebagai bentuk ta'abudiyyah (penghambaan) serta ketaatan perintah Allah. Karena berjilbab itu termasuk Ibadah.
Saudariku Muslimah
Kalau kesadaran itu tidak ada, renungilah untaian sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam : "Janganlah engkau menjadi seperti orang yang berkata : Aku bersama manusia, bila mereka baik, aku baik , bila mereka berbuat jahat, akupun berbuat jahat, akan tetapi luruskanlah dirimu, bila mereka baik, baiklah dan jika mereka jahat, jauhilah kejahatannya".
Ketahuilah Saudariku
Sesungguhnya orang-orang diluar islam, mempengaruhi muslimah kita dengan banyak trend dan mode, sampai muslimah itu sendiri jatuh, hanyut dan tenggelam dengan semua itu. Jangan heran! Semua maker itu mereka lakukan sejak dahulu, ketika mereka tidak mampu mengalahkan Islam dengan kekuatan senjata, mereka berbalik arah. Saat itu ditahun 1935 Samuel Zwimer tokoh zionis, ketua asosiasi agen Yahudi berbicara dihadapan konferensi: "Wahai saudara-saudara, tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari ajaran Islam, cukuplah mereka dengan nama Islam, terbatas pada ritual semata, adapun moral, ilmu, perilaku, pakaian, ide dan keseluruhan urusan dunia mereka wajiblah mengikuti cara kita".
Mereka tahu bahwa kerusakan dan kerendahan moral wanita berarti pengrusakan masyarakat secara universal dan integral.
Seoran tokoh aliran Masondri berujar: "Kita harus mempergunakan wanita, sebab setiap kali ia mengulurkan tangannya kepada kita, kita telah mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan kita telah berhasil dengan para wanita memporak-porandakan serdadu penolong agama Islam".
Sungguh benar sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam : "Kamu akan mengikuti cara orang-orang sebelum kamu, sedikit demi sedikit, hingga walaupun mereka memasuki lubang biawak, kamu akan ikut masuk ke dalamnya", kami (sahabat) berkata:" Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?", jawab Rasulullah : "siapalagi kalau bukan mereka".(H.R Muslim).
Sadariku Muslimah
Semoga hidayah dan rahmat-Nya ada besertamu, ketika azzam muliamu tumbuh, tatkalah tekadmu sudah bulat, ambillah jilbabmu, tutuplah auratmu dengannya, aurat yang di perintahkan oleh Allah untuk menutupnya dari ujung kaki sampai kepala, ingat saudariku MENUTUPNYA! Bukan MEMBUNGKUSNYA, karena membungkus engkau seperti membungkus kado, maka bentuk lekuknya pasti nampak, entah kado tersebut kotak atau persegi? Sebagaimana seorang muslimah kita yang katanya berbusana tapi busananya pas-pasan alias ketat, tidak! Tidak seperti itu.
"Jilbab adalah kain yang menutupi aurat (perhiasan) wanita, dari ujung kaki sampai ujung kepalanya (sebagian ulama berpendapat kecuali wajah dan telapak tangan), tanpa terbayang apa yang ada dibalik jilbab tersebut , dan bukan sebagai perhiasan sehingga engkau nampak lebih cantik dengan jilbabmu dihadapan mereka yang bukan mahrammu".
Saudariku Muslimah
Pandanglah diri yang lemah ini, pandanglah jasad yang sebentar lagi akan kembali kepada-Nya, dimana kecantikan yang dibanggakan? dimana keindahan yang dipamerkan? dimana semua itu? Ketika nikmat atau azab kubur diperlihatkan, seluruh manusia dikumpulkan, dihisab, ketika setiap manusia diberi pakaian dimanakah kita? kitakah yang diberi pakaian dari pakaian-pakaian penduduk syurga? ataukah diberi pakaian-pakaian ahli neraka? wal'iadzubillah.
Saudariku Muslimah…
Didunia inilah tempat kita memilih pakaian yang indah jilbab sesuai syariat Islam, yang dengannya semoga Allah memakaikan kita pakaian dari Ahlu syurga karena ketaatan dan ketundukan kita akan perintah-Nya.
HIJAB SYAR'I
Kriteria hijab/jilbab yang sesuai dengan syariat Islam:
1. Hijab/jilbab menutup seluruh badan aurat wanita (QS. 33:59)
2. Memakai hijab/jilbab yang tebal, tidak tipis dan transparan
3. Hendaknya tidak menggunakan jilbab yang menyolok, yang berwarna-warni sehingga menimbulkan perhatian. (QS. 24:31)
4. Hijab/jilbab tidak sempit dan ketat, tidak menampakkan lekuk aurat. Maka jilbab harus luas dan lebar tidak menimbulkan fitnah
5. Menghindari pemakaian wangi-wangian bagi wanita kecuali di depan suami.
6. Hendaklah pakaian wanita tidak menyerupai pakaian laki-laki.
By: Aidah Mujahidah Al-Mannaan
Selasa, 05 Oktober 2010
PACARAN HARAM, GIMANA CARA MENCARI JODOH

PACARAN HARAM, GIMANA CARA MENCARI JODOH YA ???
oleh Pondok Nurani
PACARAN HARAM, maka bagaimana caranya seorang muslin untuk mendapatkan jodoh?
Cara-caranya adalah sebagai berikut :
1. Melalui perantara.
Sebenarnya peran Orang tua untuk mencarikan jodoh anaknya (terutama anak perempuannya) sangat dominan sekali, tapi sayang kadang orang tua kurang mengerti tentang permasalahan ini, dan juga kadang dianggap kurang etis apabila kesana kemari mencarikan jodoh untuk anaknya. Padahal Sahabat yang mulia Umar Bin Khottob mencarikan pendamping untuk anaknya dengan menawarkan kebeberapa orang sahabat.
Upayakan memperluas pergaulan yang syar'i (dengan aktif ikut kajian-kajian keagamaan, misalnya), tanya sana tanya sini, siapa gerangan yang bisa membantu Anda untuk mencarikan jodoh.
Cari perantara yang reputasinya baik, seperti ustadz, guru, murobbi, dan orang-orang sholih lainnya. Jangan malu untuk mempromosikan diri bahwa ananda sedang mencari jodoh (apalagi ananda lelaki yang memang harus lebih agresif dalam mencari jodoh dari pada perempuan). Namun saya tidak menganjurkan ananda untuk mengikuti biro jodoh atau mengikuti forum-forum gaul di internet, karena selain tidak selektif, juga belum tentu jujur apa yang ditampilkan oleh biro/media tersebut.
Tapi Kalau biro jodohnya PN nggak apa-apa, he..he..he....................
2. Mencari sendiri tanpa melalui pacaran.
Cara yang kedua ini mungkin sulit bagi sementara orang.
Bagaimana bisa mencari jodoh sendiri tanpa melalui pacaran?
Bukankah pacaran merupakan sarana untuk mengenal calon pasangan kita?
Lalu dapatkah dijamin kita akan cocok dengan pasangan kita jika tidak melalui pacaran?
Jawabannya adalah : bisa!.
Bisa menikah tanpa pacaran dan bisa cocok sampai hayat di kandung badan.
Nenek moyang kita telah mempraktekkan hal tersebut sejak lama dan terbukti cocok.
Bahkan sekarang ini kita menyaksikan sendiri bahwa angka perceraian semakin tinggi, justru ketika budaya pacaran menjadi umum dalam masyarakat kita.
Ternyata pacaran tidak menjamin kecocokan dalam berumah tangga.
Jadi, cocok atau tidaknya kita dengan pasangan bukan karena pacaran, tetapi karena kesiapan untuk menerima pasangan kita apa adanya. Walau tidak pacaran, tetapi hati dan mental kita lebih siap (ikhlas) untuk menerima kekurangan dari pasangan, maka rumah tangga kita akan langgeng sampai akhir hayat.
Sebaliknya, walau pacaran bertahun-tahun tapi ternyata mental dan hati kita tidak siap menerima kekurangan pasangan, maka pernikahan akan mudah bubar dalam waktu yang singkat.
Cara mencari sendiri tanpa pacaran adalah dengan cara ‘menembak’ (langsung mengutarakan keinginan untuk menikahi orang yang kita taksir). Contohnya adalah ketika Khadijah ra meminta Nabi Muhammad saw untuk menikahinya.
Cara ini biasanya didahului dengan mencari informasi tentang orang yang akan kita “tembak” tersebut.
Cara mencari informasinya bisa melalui teman akrabnya, gurunya, dan orang-orang terdekat dengannya.
Cara yang ditempuh harus smooth (halus), sehingga tidak terkesan terlalu agresif. Lalu dilanjutkan dengan memberikan sinyal kepada orang yang kita taksir tersebut apakah ia siap untuk kita ajak menikah. Kalau sinyalnya positif, maka kita bisa menyampaikan hasrat kita kepadanya. Bisa melalui perantara atau bisa juga langsung mengutarakan kepadanya. Kalau diterima alhamdulillah dan kalau pun ditolak jangan sakit hati.
Baik cara pertama maupun kedua yang Anda lakukan, prinsipnya jangan pernah berputus asa untuk mencari jodoh dengan cara-cara yang Islami.
Sediakan juga waktu khusus untuk mencari jodoh (mis: sepekan dua kali atau sebulan tiga kail) dengan cara silaturahim ke perantara atau untuk mencari info orang yang kita “tembak”.
Iringi upaya kita mencari jodoh dengan doa dan sholat tahajud yang intens.
Buktikan kepada Allah SWT bahwa Anda memang sungguh-sungguh mencari jodoh.
Insya Allah, jodoh itu akan datang kepada Anda. “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari jalan-jalan Kami, niscaya Kami akan tunjukan jalan-jalan tersebut ” (QS. 29 : 69).
PERINGATAN:
Jangan gara2 susah mendapatkan jodoh
lalu kita mencari jalan pintas dengan meminta bantuan
kepada DUKUN atau PARA NORMAL (YANG NGGAK NORMAL).
SUDAH NGGAK DAPAT JODOH JATUH KEPADA KESYIRIKAN
Wal iyaadzzu billah.
Senin, 04 Oktober 2010
KETIKA DIA DATANG MEMINANGMU

Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut!
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan Mandi…
harus pula dimandikan Seluruh badan kita terbuka….
Tak ada sehelai benang pun menutupinya..
Tak ada sedikit pun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok kita…. Itulah jasad kita saat itu Setelah dimandikan…,
Kita pun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain itu …jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala..,badan…, dan kaki diikatkan Tataplah….
tataplah…itulah wajah kita Keranda pelaminan…
Langsung disiapkan Pengantin bersanding sendirian…
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat.. Saksi-saksinya nisan-nisan..
yang telah tiba duluan Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan dan akhirnya…..
Tiba masa pengantin.. Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi….
Kita pun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah akan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan….
Padahal nikmat atau siksa yang ‘kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…
Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga… Tapi….tapi ….
sudah pantaskah sikap kita selama ini… Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????
Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat…. Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah…aku pasti ‘kan mendo’akanmu…
Karena …aku sungguh menyayangimu…
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…semoga kau menjadi ahli syurga.
Aaamiiin… Sahabat….., jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu
Ambillah hikmahnya…..
Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu….
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu…..
Satu pintaku padamu… Tolong do’akan aku…
oleh:RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
Minggu, 03 Oktober 2010
4 Kunci Rumah Tangga Harmonis

dakwatuna.com – Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.
Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
1. Jangan melihat ke belakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.
Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.
Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.
2. Berpikir objektif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.
Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.
Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.
Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.
3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.
Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.
Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.
4. Sertakan sakralitas berumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.
Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.
Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!
Sumber : http://www.dakwatuna.com/2007/4-kunci-rumah-tangga-harmonis/
Sabtu, 02 Oktober 2010
Hey Cantik... Engkau Teramat Cantik :::

.oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
Cantik,Hey Cantik, aku menyebutmu cantik
Karena memang engkau cantik
Atau lebih kepada hatimu begitu cantik
Saat membaca lembaran pertama di buku "agar bidadari cemburu padamu"
Aku menemukan mereka telah begitu cemburu denganmu
Dengan kecantikanmu
Dengan keshalihanmu
Dengan shalatmu
Dengan PuasamuJuga tutur lembutmu
Bahkan saat engkau begitu pintar membagi waktu
Mencintai suamimu
Mendidik anak -anakmu dengan penuh sayang
Memperhatikan orang -orang di sekelilingmu
Mendengarkan keluhanDan mungkin tangisan
Aku masih begitu kagum dengan kecantikanmu
Terutama dengan kecantikan hatimu
Bidadari saja cemburu padamu
Dan aku masih takjub
Betapa Allah begitu indah menciptakan kecantikanmu
Saat kau hijabkan daya tarikmu di balik panjangnya jilbabmu
Saat kau sembunyikan pesonamu namun begitu memikat
Dan engkau teramat cantik
Duhai wanita muslimah yang shalihah
Karena engkau lebih utama
Dari bidadari syurga
Kamis, 30 September 2010
KENAPA TELAT NIKAH

oleh:Muazd Rusly
Ada beberapa sebab seseorang telat nikah, dan Akh Indra Hermawan mengirimkan tulisan ini untuk kita, Buat merenungi, kenapa telat nikah.
SELERA TINGGI
Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].Yang demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super market jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah profesor dan cakep banget. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya mobil lah… Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi yang harus telat nikah.
STUDY ORIENTED
Banyak juga yang telat nikah karena study oriented.Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo’butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering terjadi.
PUNYA APA-APA DULU
Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain oranmg untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus…[untuk apa yaa?]. Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus….
ORANG TUA PINGIN…..
Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya…, demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu…..Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, kalo’ si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja kok kalo’ mau nikah cepat.
NIKAH ITU SUSAH
Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..
PERNAH GAGAL
Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.
PERSAINGAN KETAT
Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. bahkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.
Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima….. akhirnya usiapun beranjak tua.
Langganan:
Postingan (Atom)
